RINGKASAN BUKU MENELANJANGI STRATEGI JIN
(jawaban tuntas seputar jin, setan dan ruqyah), pengarang: Aam Amirudin
III. Potret Iblis dan Setan
Kata Iblis berasal dari kata ablasa (artinya membangkang/putus asa dari rahmat Allah). Pada Al Qur’an Surat Al Kahfi ayat 50,

Yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim”.
Hal itu menegaskan bahwa iblis adalah jin yang durhaka pada perintah Allah, yang dimulai ketika Iblis disuruh sujud pada Adam.
Ada dua alasan mengapa iblis membangkang perintah Allah, yaitu:
1) jin merasa lebih senior dari Adam (karena jin diciptakan lebih dahulu, Al Qur’an Surat Al Hijr : 27);

Yang artinya: “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”.
2) jin merasa lebih mulia dari Adam (karena diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah, Al Qur’an Surat Al Araf:12).

Yang artinya: “Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah“.
Tidak semua jin membangkang (durhaka) atau termasuk iblis, karena ada juga yang saleh atau mentaati Allah dan mengikuti ajaran Islam, Al Qur’an Surat Al jin:11-14. Hal ini menegaskan bahwa, iblis itu pasti jin (jin yang durhaka), namun jin yang saleh tidak disebut iblis.
Nabi yang pernah didatangi Iblis, diantaranya Nabi Nuh a.s, Musa a.s, Yahya a.s Ayyub a.s, Isa a.s dan Nabi Muhammad saw.
1) Abu Darda r.a berkata, Rasul berdiri melakukan sholat kemudian kami mendengar beliau mengucapkan “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian beliau bersabda, “Aku laknati kamu dengan laknat Allah” sambil membuka tangannya tiga kali seoalah-olah memegang sesuatu. Ketika selesai sholat kami bertanya, “Wahai Rasulullah kami telah mendengarmu mengucapkan sesuatu dalam shalat, yang belum pernah kami dengar sebelumnya dan kami melihatmu membuka tangan”. Nabi menjawab, “Sesungguhnya iblis datang membawa obor api untuk diletakkan di wajahku, lalu aku mengucapkan, ‘Aku berlindung kepada Allah’ tiga kali kemudian aku katakan, ‘Aku melaknatimu dengan laknat Allah yang sempurna” tetapi ia tidak mundur sampai tiga kali, kemudian aku ingin menangkapnya. Demi Allah, kalau bukan karena doa saudara kita Sulaiman, nscaya dia sudah terikat dan dijadikan mainan oleh anak-anak penduduk Madinah. “ (HR Muslim).
2) Aisyah ra. Berkata, Nabi saw pernah shalat lalu didatangi iblis kemudian Nabi saw menangkap, membanting, serta mencekiknya. Nabi berkata, “Hingga aku merasakan dingin lidahnya di tanganku.”
Istilah setan dikenal juga dalam agama Yahudi dan Nasrani. Kata syaithan berasal dari kata syatana yang berarti jauh, maksudnya menjauh dari kebenaran atau menjauh dari rahmat Allah. Pada Al Qur’an Surat Al An’am:112 dan Al Qur’an Surat An-Naas: 5-6,
Al An’am:112

Yang artinya: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”.
An-Naas: 5-6


Yang artinya: “5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. 6) dari (golongan) jin dan manusia.
Hal itu menegaskan bahwa setan itu menipu manusia dengan membisikkan kejahatan dalam dada manusia. Syetan tersebut berasal dari golongan jin dan golongan manusia.
Kalau kita mendengar kata setan, maka setan tesebut bisa berupa manusia dan bisa juga dari bangsa jin. Sehingga jika ada manusia yang cenderung membangkang bilamana diajak berbuat kebaikan dan bahkan selalu mengajak pada kesesatan, dia disebut setan dari golongan manusia.
Rasul bersabda ”Sesungguhnya setan mengalir pada urat nadi manusia”, HR Bukhari-Muslim. Setan akan menguasai manusia, bilamana manusia tersebut jauh dari ajaran Allah swt, (Al Qur’an Surat Az Zukhruf: 36).

Yang artinya: “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.
Namun manusia punya potensi untuk menolak segala godaan setan. Sehebat apapun setan, kalau manusia tersebut menggantungkan diri pada Allah swt, maka tipu daya setan akan hancur, dan setan sedikitpun tidak akan bisa mencelakakan orang-orang beriman Al Qur’an Surat Al Hijr: 42.

Yang artinya: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat”.
Dan hal itu kemudian diakui oleh setan,. Seperti tertera dalam Al Qur’an Surat Al Hijr: 39-40.


Yang artinya: 39) Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, 40) kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”
Visi setan adalah untuk memperbudak manusia.
Misi setan adalah mengondisikan manusia agar lupa pada Allah, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al Mujadalah ayat 19, yaitu:

Yang artinya: “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”.
Strategi setan dalam mewujudkan visi dan misinya, yaitu:
1) Waswasah artinya membisikan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal saleh;
2) Tazyin artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan (Al Qur’an Surat Al Hijr: 39-40);
3) Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan (Al Qur’an Surat An-Nissa 119-120);


Yang artinya: “119) dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya”. Barang siapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata, 120) Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka”.
4) A’dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan;
5) Takhwif artinya menakut-nakuti (Al Qur’an Surat Ali Imran 175);

Yang artinya: “175) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”
6) Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia dalam menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan (Al Qur’an Surat Az-Zukhruf: 36-37);


Yang artinya: “36) Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya, 37) Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
7) Wa’dun artinya janji palsu (Al Qur’an Surat Ibrahim: 22);

Yang artinya: “Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Kaidun artinya tipu daya (Al Qur’an Surat An-Nisa: 76);

Yang artinya: “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”.
9) Nisyan artinya lupa (Al Qur’an Surat Al An’am:68).

Yang artinya: “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)
Setan terkadang hadir dalam mimpi. Rasulullah bersabda: “Mimpi itu ada tiga. Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyedihkan berasal dari setan, dan mimpi yang datang dari obsesi seseorang. Jika salah seorang di antara kalian mimpi yang menyedihkan, maka hendaklah dia bangun lalu shalat dan tidak menceritakanya pada orang lain” (HR Bukhari Muslim). Agar selama tidur kita tidak diganggu oleh setan, sebelum tidur bacalah Taawudz, ayat kursi, serta doa hendak tidur.
Budak setan.
Setan tidak bekerja sendirian, tetapi memiliki pasukan yang kemampuannya beragam, memiliki budak yang mengabdi pada mereka. Diantara budak-budak setan adalah:
1) tukang sihir, biasanya mereka meraciknya dalam berbagai bentuk kegiatan seperti santet, pelet, nujum (ramalan bintang), dll. Bahkan sihir dengan berkedok agama pun terkadang digunakan, contohnya melakukan debus dengan membaca ayat kursi;
2) Orang munafik. Al Qur’an Surat Al Baqarah: 1-20 menjelaskan tiga macam tipe manusia, yaitu orang Muttaqin adalah orang yang istiqamah atau berpegang teguh pada ajaran-ajaran Allah swt; orang Kafir adalah orang yang membangkang bahkan melecehkan ajaran-ajaran Allah; orang Munafik adalah orang yang menampakkan keislaman padahal hatinya mengkufuri Islam. Tanda-tanda munafik itu ada tiga, yaitu: jika berbicara berdusta, jika berjanji diingkari, dan jika diberi amanah dihianati, HR Bukhari Muslim;
3) Orang kafir. Kafir artinya menutupi atau maksudnya yaitu menutupi hati atau menolak dari cahaya kebenaran Allah swt (Al Qur’an Surat Al Baqarah: 6-7, 257);



Yang artinya: 6) “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman, 7) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat, 257) Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
4) Orang Fasik. Fasik artinya keluar, atau maksudnya yaitu sebutan bagi orang yang melakukan pelanggaran terhadap ajaran agama, walaupun bisa saja dia itu mengaku sebagai muslim.
WALLAHU ALAM BI SHAWAB









