III. POTRET IBLIS DAN SETAN

•Januari 25, 2008 • Tidak ada Komentar

RINGKASAN BUKU MENELANJANGI STRATEGI JIN

(jawaban tuntas seputar jin, setan dan ruqyah), pengarang: Aam Amirudin

 

 

III. Potret Iblis dan Setan

Kata Iblis berasal dari kata ablasa (artinya membangkang/putus asa dari rahmat Allah). Pada Al Qur’an Surat Al Kahfi ayat 50,

Yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim”.

 

Hal itu menegaskan bahwa iblis adalah jin yang durhaka pada perintah Allah, yang dimulai ketika Iblis disuruh sujud pada Adam.

Ada dua alasan mengapa iblis membangkang perintah Allah, yaitu:

1) jin merasa lebih senior dari Adam (karena jin diciptakan lebih dahulu, Al Qur’an Surat Al Hijr : 27);

Yang artinya: “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”.

 

2) jin merasa lebih mulia dari Adam (karena diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah, Al Qur’an Surat Al Araf:12).

Yang artinya: “Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah“.

 

 

Tidak semua jin membangkang (durhaka) atau termasuk iblis, karena ada juga yang saleh atau mentaati Allah dan mengikuti ajaran Islam, Al Qur’an Surat Al jin:11-14. Hal ini menegaskan bahwa, iblis itu pasti jin (jin yang durhaka), namun jin yang saleh tidak disebut iblis.

 

Nabi yang pernah didatangi Iblis, diantaranya Nabi Nuh a.s, Musa a.s, Yahya a.s Ayyub a.s, Isa a.s dan Nabi Muhammad saw.

1) Abu Darda r.a berkata, Rasul berdiri melakukan sholat kemudian kami mendengar beliau mengucapkan “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian beliau bersabda, “Aku laknati kamu dengan laknat Allah” sambil membuka tangannya tiga kali seoalah-olah memegang sesuatu. Ketika selesai sholat kami bertanya, “Wahai Rasulullah kami telah mendengarmu mengucapkan sesuatu dalam shalat, yang belum pernah kami dengar sebelumnya dan kami melihatmu membuka tangan”. Nabi menjawab, “Sesungguhnya iblis datang membawa obor api untuk diletakkan di wajahku, lalu aku mengucapkan, ‘Aku berlindung kepada Allah’ tiga kali kemudian aku katakan, ‘Aku melaknatimu dengan laknat Allah yang sempurna” tetapi ia tidak mundur sampai tiga kali, kemudian aku ingin menangkapnya. Demi Allah, kalau bukan karena doa saudara kita Sulaiman, nscaya dia sudah terikat dan dijadikan mainan oleh anak-anak penduduk Madinah. “ (HR Muslim).

2) Aisyah ra. Berkata, Nabi saw pernah shalat lalu didatangi iblis kemudian Nabi saw menangkap, membanting, serta mencekiknya. Nabi berkata, “Hingga aku merasakan dingin lidahnya di tanganku.”

Istilah setan dikenal juga dalam agama Yahudi dan Nasrani. Kata syaithan berasal dari kata syatana yang berarti jauh, maksudnya menjauh dari kebenaran atau menjauh dari rahmat Allah. Pada Al Qur’an Surat Al An’am:112 dan Al Qur’an Surat An-Naas: 5-6,

Al An’am:112

Yang artinya: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”.

 

An-Naas: 5-6

Yang artinya: “5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. 6) dari (golongan) jin dan manusia.

 

 

Hal itu menegaskan bahwa setan itu menipu manusia dengan membisikkan kejahatan dalam dada manusia. Syetan tersebut berasal dari golongan jin dan golongan manusia.

Kalau kita mendengar kata setan, maka setan tesebut bisa berupa manusia dan bisa juga dari bangsa jin. Sehingga jika ada manusia yang cenderung membangkang bilamana diajak berbuat kebaikan dan bahkan selalu mengajak pada kesesatan, dia disebut setan dari golongan manusia.

Rasul bersabda ”Sesungguhnya setan mengalir pada urat nadi manusia”, HR Bukhari-Muslim. Setan akan menguasai manusia, bilamana manusia tersebut jauh dari ajaran Allah swt, (Al Qur’an Surat Az Zukhruf: 36).

Yang artinya: “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.

Namun manusia punya potensi untuk menolak segala godaan setan. Sehebat apapun setan, kalau manusia tersebut menggantungkan diri pada Allah swt, maka tipu daya setan akan hancur, dan setan sedikitpun tidak akan bisa mencelakakan orang-orang beriman Al Qur’an Surat Al Hijr: 42.

Yang artinya: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat”.

 

Dan hal itu kemudian diakui oleh setan,. Seperti tertera dalam Al Qur’an Surat Al Hijr: 39-40.

Yang artinya: 39) Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, 40) kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”

 

 

Visi setan adalah untuk  memperbudak manusia.

Misi setan adalah  mengondisikan manusia agar lupa  pada Allah, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al Mujadalah ayat 19, yaitu:

Yang artinya: “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”.

 

Strategi setan dalam mewujudkan visi dan misinya, yaitu:

1) Waswasah artinya membisikan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal saleh;

2) Tazyin artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan (Al Qur’an Surat Al Hijr: 39-40);

3) Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan (Al Qur’an Surat An-Nissa 119-120);

Yang artinya: “119) dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya”. Barang siapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata, 120) Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka”.

 

4) A’dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan;

5) Takhwif artinya menakut-nakuti (Al Qur’an Surat Ali Imran 175);

Yang artinya: “175) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”

6) Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia dalam menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan (Al Qur’an Surat Az-Zukhruf: 36-37);

Yang artinya: “36) Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya, 37) Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

 

7) Wa’dun artinya janji palsu (Al Qur’an Surat Ibrahim: 22);

Yang artinya: “Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu mendapat siksaan yang pedih.

 

8) Kaidun artinya tipu daya (Al Qur’an Surat An-Nisa: 76);

Yang artinya: Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”.

 

9) Nisyan artinya lupa (Al Qur’an Surat Al An’am:68).

Yang artinya: Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)

 

 

Setan terkadang hadir dalam mimpi. Rasulullah bersabda: “Mimpi itu ada tiga. Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang  menyedihkan berasal dari setan, dan mimpi yang datang dari obsesi seseorang. Jika salah seorang di antara kalian mimpi yang menyedihkan, maka hendaklah dia bangun lalu shalat dan tidak menceritakanya pada orang lain” (HR Bukhari Muslim). Agar selama tidur kita tidak diganggu oleh setan, sebelum tidur bacalah Taawudz, ayat kursi, serta doa hendak tidur.

 

Budak setan.

Setan tidak bekerja sendirian, tetapi memiliki pasukan yang kemampuannya beragam, memiliki budak yang mengabdi pada mereka. Diantara budak-budak setan adalah:

1) tukang sihir, biasanya mereka meraciknya dalam berbagai bentuk kegiatan seperti santet, pelet, nujum (ramalan bintang), dll. Bahkan sihir dengan berkedok agama pun terkadang digunakan, contohnya melakukan debus dengan membaca ayat kursi;

 

2) Orang munafik. Al Qur’an Surat Al Baqarah: 1-20 menjelaskan tiga macam tipe manusia, yaitu orang Muttaqin adalah orang yang istiqamah atau berpegang teguh pada ajaran-ajaran Allah swt; orang Kafir adalah orang yang membangkang bahkan melecehkan ajaran-ajaran Allah; orang Munafik adalah orang yang menampakkan keislaman padahal hatinya mengkufuri Islam. Tanda-tanda munafik itu ada tiga, yaitu: jika berbicara berdusta, jika berjanji diingkari, dan jika diberi amanah dihianati, HR Bukhari Muslim;

 

3) Orang kafir. Kafir artinya menutupi atau maksudnya yaitu menutupi hati atau menolak dari cahaya kebenaran Allah swt (Al Qur’an Surat Al Baqarah: 6-7, 257);

 

 

Yang artinya: 6) “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman, 7) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat, 257) Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

 

 

4) Orang Fasik. Fasik artinya keluar, atau maksudnya  yaitu sebutan bagi orang yang melakukan pelanggaran terhadap ajaran agama, walaupun bisa saja dia itu mengaku sebagai muslim.

 

WALLAHU ALAM BI SHAWAB

potret kehidupan jin

•Januari 25, 2008 • Tidak ada Komentar

RINGKASAN BUKU MENELANJANGI STRATEGI JIN

(jawaban tuntas seputar jin, setan dan ruqyah), pengarang: Aam Amirudin

II. Potret kehidupan jin

Kata jin berasal dari kata janna (yang artinya bersembunyi atau tidak terlihat), maksudnya yaitu tersembunyi dari pandangan manusia. Jin merupakan makhluk ruhiyah (gaib) yang diciptakan Allah dari api, seperti diterangkan dalam Al Qur’an Surat Al Hijr ayat 26-27;

 

Yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”.

Sabda Nabi, “jin itu ada tiga jenis, yaitu jenis yang memiliki sayap dan terbang di udara, jenis ular dan kalajengking dan jenis yang berpindah-pindah.

1. Jin yang dapat terbang adalah jin yang memiliki kemampuan dan kinerja sangat tinggi dibanding jin jenis lainnya, jin seperti inilah yang memindahkan singgasana kerajaan Ratu Balqis di Yaman ke Baitulmaqdis di palestina dalam sekejap mata pada jaman Nabi Sulaiman, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an Surat An-Naml ayat 40,

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat, singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia“.

2. Jin yang menetap adalah jin yang suka menetap di sarangnya, karakternya seperti ular dan kalajengking. Jin berlaku seperti manusia, yaitu membutuhkan tempat. Mereka bisa menyatu dengan tempat tinggal kita, bisa di dapur, kamar tidur, atau tempat lain yang jauh dari keramaian manusia. Sabda Rasul: “Bangsa jin bertempat tinggal di tempat-tempat kotor dan sampah, karena mereka memakan sisa makanan manusia” Hadist riwayat (HR) Bukhari-Muslim. “Sesungguhnya tempat pembuangan kotoran didatangi jin, karena itu bila kalian ke kamar mandi hendaklah berdoa, “Allohuma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaaitsi” HR Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Imam Ahmad. Jin juga tinggal di lubang-lubang, Sabda Rasul, “Janganlah kalian kencing di lubang, Ia adalah tempat tinggal jin”, HR Abu Daud, Nasa’i, dan Imam Ahmad.

3. Jin nomaden (tidak menetap). Jin tipe ini berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, atau tipe pengembara.

Agama bangsa jin

Bangsa jin terbagi pada beberapa kelompok: ada yang saleh, yang munafik bahkan yang kafir, dan mereka memiliki kafasitas iman yang berbeda-beda seperti halnya manusia, seperti diterangkan dalam Al Qur’an Surat Al Jin ayat 11. Belum pernah ada nabi atau rasul dari bangsa jin. nabi dan rasul mereka pun adalah dari manusia.

Persamaan jin dan manusia:

1). diciptakan untuk mengabdi pada Allah, Al Qur’an Surat Adz-Dzaariyat ayat 56, yaitu:

Yang artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.

2). memiliki kemampuan berpikir, Al Qur’an Surat Jin ayat 1-2;

Yang artinya: 1) Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur’an), lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan, 2) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami,

3). ada yang saleh ada yang kufur, Al Qur’an Surat Jin ayat 11, yaitu:

Yang artinya: Dan sesungguhnya di antara kami ada yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

4). mendapat pahala dan siksa, Al Qur’an Surat Jin ayat 15-16;

Yang artinya: “15) Adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar api neraka Jahanam; 16) Dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).

5). ada laki-laki dan perempuan, Al Qur’an Surat Jin ayat 6;

Yang artinya: “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”.

6). Berketurunan, Al Qur’an Surat Al Kahfi ayat 50;

Yang artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka, kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim”.

 

7). membutuhkan makanan, HR Bukhari.

Perbedaan jin dan manusia:

 

1). Jin makhluk gaib, Al Qur’an Surat Al Araf ayat 27;

Yang artinya: “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman”.

 

2). Jin bisa berumur panjang, Al Qur’an Surat Al Araf ayat 14-15.

Yang artinya: 14) Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”, 15) Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Jin Qarin (jin pendamping manusia). Sabda Rasul: “setiap diri kamu punya pendamping dari jin dan malaikat” HR Muslim dan Ahmad. Kita tidak tahu, jin yang mendampingi kita Islam atau kafir. Bila yang mendampingi kita adalah jin muslim, tentu akan mendorong pada kebaikan, tetapi kalau kafir, tentu akan memerintah pada keburukan.

Penampakan jin. Jin bisa menyerupai bentuk manusia, binatang, HR Ibnu Hibban, Thabrani, Nasa’i. Jin dalam bentuk aslinya, tidak dapat dilihat oleh manusia, kecuali oleh para nabi yang sudah mendapat mukjizat.

Minta pertolongan pada jin.

Pada Al Quran dibahas tiga pilar utama, yaitu:

1) Al Aqaid (masalah yang berkaitan dengan keimanan (Iman pada Allah, malaikat, rasul, surga, neraka dll);

2) Asy Syara’i (masalah yang berkaitan dengan hukum, seperti shalat, puasa, warisan, pernikahan, kenegaraan dll); dan

3) Al Qashah (memaparkan kisah-kisah untuk diambil pelajaran bagi kehidupan). Contoh kisah pernikahan Asiah (seorang wanita solehah) dengan Fir’aun (seorang kafir yang dimurkai Allah). Kisah tsb tidak bisa dijadikan dalil diperbolehkannya muslimah menikah dengan laki-laki kafir, karena isi kisah tersebut bukan berisi tentang ayat yang menyatakan hukum. Ayat tentang hukum menegaskan bahwa: “muslimah dilarang menikah dengan laki-laki kafir”, Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 221.

Yang artinya: ”Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.

Contoh kisah Nabi Sulaiman yang bisa memerintah jin, Al Qur’an Surat Saba ayat 12-13.

Yang artinya: “12) Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya adzab neraka yang apinya menyala-nyala. 13) Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih”.

 

Kisah Nabi Sulaiman tidak bisa dijadikan dalil diperbolehkannya kita meminta tolong pada bangsa jin, karena betentangan dengan ayat yang mengharamkan meminta tolong pada jin, baik itu meminta pertolongan pada jin muslim apalagi jin kafir. Seperti dijelaskan dalam Al Qur’an Surat jin ayat 6:Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”.

Hal tersebut juga dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah, Al Qur’an Surat Al-Isra. Kesimpulannya, berdosa bila kita meminta pertolongan atau bekerja sama dengan jin.

Kerasukan jin (kesurupan).

Kesurupan bukan merupakan fenomena sakit jiwa, tetapi merupakan gangguan jin pada manusia, ada beberapa riwayat yang menerangkan hal ini, diantaranya:

1) Usman bin Abi al-Ash menemui Rasulullah, “Wahai Rasullullah, aku melihat sesuatu dalam shalatku sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa”; Rasul bersabda “itu adalah setan (jin), mendekatlah padaku!’ maka aku pun mendekat kepada Rasul, lalu aku duduk. Lalu Rasul memukul dadaku dengan tangannya dan meniup mulutku sambil berkata “Keluarlah musuh Allah!” Nabi malakukannya sebanyak 3 kali (HR Ibnu Majah).

2) Ya’la bin Murrah berkata, seorang perempuan datang kepada Rasul sambil berkata, “Anakku terkena penyakit gila sejak tujuh tahun yang lalu dan sembuh dua kali sehari. Rasul berkata: “dekatkanlah anakmu padaku”, lalu beliau menyembur dengan ludahnya sambil berkata “Keluarlah wahai musuh Allah, Aku adalah Rasulullah!”. Para ahlul sunah wal jama’ah bersepakat, bahwa jin bisa masuk pada tubuh seseorang dan dapat mengatakan apa yang tidak pernah dia pelajari.

 

Roh gentayangan.

Kita harus hati-hati berbicara tentang roh, karena roh merupakan ilmu Allah swt dan manusia hanya diberi sedikit sekali. “Dan mereka bertanya kepada mu tentang roh. Katakanlah, “roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’ Al Qur’an Surat Al Isra ayat 85.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: “Tidak ada penularan, tidak ada mayat gentayangan menjadi hantu kuburan, tidak ada binatang tertentu yang yang muncul menyebabkan hujan, dan tidak ada tabu di bulan safar” HR. Muslim.

Selain itu, diterangkan juga dalam Al Qur’an Surat As-Sajdah ayat 11; Fushilat ayat 30; Al Fajr ayat 27-30; Al An’am ayat 93; Al Muminun ayat 99-100. Sebagaimana berikut ini

Surat As-Sajdah ayat 11;

Yang artinya: “Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.

Fushilat ayat 30;

Yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu“.

Al Fajr ayat 27-30;

Yang artinya: 27) Hai jiwa yang tenang, 28) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya, 29) Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, 30) dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Al An’am ayat 93;

Yang artinya: “Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”

 

Al Muminun ayat 99-100

Yang artinya: 99) (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), 100) agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.

 

Dalil-dalil tersebut menegaskan bahwa semua roh, akan berada di alam barzah sampai terjadi kiamat. Bila kita menemukan orang yang kesurupan dengan gaya serta cara bicaranya sama dengan yang sudah meninggal, roh yang masuk pada orang tersebut bukanlah roh yang sudah meninggal atau roh gentayangan, tapi yang masuk pada orang itu adalah jin yang menyerupai almarhum. Wallahu a’lam.

ulang tahun

•Nopember 5, 2007 • 5 Tanggapan

seorang anak sangat gembira sekali dari minggu ke minggu, dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu ketika menjelang hari ulang kelahirannya. ibu-bapaknya atau saudara-saudaranya turut serta memberikan berbagai nuasa support terhadap anak tersebut. si anak merasa dirinya diperhatikan oleh keluarganya dan dari hal tersebut pede anak meningkat …

demikian pula ketika hut abri atau tni sekarang, akan dilangsungkan, berbagai kegiatan dan dukungan positif semakin meningkat, sehingga pencanangan program dan pengadaan berbagai sarana prasarana pendukung keberhasilan tni turut termanifestasikan.

lain halnya dengan hari ulang tahun persatuan guru, tanda-tanda dukungan seperti diatas nyaris diabaikan